satlan masa pubertas

SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

1.      Pokok Bahasan           : Masa Pubertas          
2.      Bidang Bimbingan      : Bimbingan Pribadi
3.      Jenis Layanan              : Layanan Informasi
4.      Fungsi Layanan           : Pemahaman dan pencegahan (Preventif)
5.      Kompetensi Dasar       : Mengetahui tanda – tanda perubahan fisik
dan psikis dan cara menyesuaikan diri dengan perubahan fisik.
6.      Indikator                     :
a.       Mengenal tanda – tanda perubahan fisik dan psikis.
b.      Mengenal dan mempraktekkan cara menyesuaikan diri dengan perubahan fisik.
7.      Strategi penyampaian  :
a.       Face to face atau konseling
8.      Deskripsi Materi          :
a.       Definisi masa puber
b.      Ciri – ciri masa puber
c.       Kondisi – kondisi yang menyebabkan perubahan pubertas
d.      Kondisi – kondisi yang menyebabkan perubahan pubertas
e.       Pertumbuhan pesat pubertas
f.       Ciri – ciri seks primer dan sekunder pada laki – laki dan perempuan
g.      Akibat perubahan masa puber pada sikap dan perilaku anak
h.      Keprihatinan umum akan kenormalan selama masa puber
i.        Bahaya pada masa puber
j.        Ketidak bahagiaan pada masa puber
9.      Sasaran Layanan         : Semua siswa kelas VIII
10.  Tempat Penyelenggaraan : Di sekolah khususnya ruang kelas
11.  Waktu Penyelenggaraan :
a.       Bulan/Minggu ke  : Desember/01 dan 02
b.      Hari/tanggal/jam    : Sabtu/01 dan 08/10.15 WIB
12.  Penyelenggara Layanan: Guru Pembimbing
13.  Pihak yang dilibatkan : - - -
14.  Alat Perlengkapan yang digunakan: Buku materi tentang masa pubertas dan alat peraga
15.  Rencana Penilaian       :
a.       Sifat Penilaian       : Segera, penilaian jangka panjang
b.      Bentuk Penilaian   : Tertulis
16.  Keterkaitan Layanan ini dengan: Layanan informasi
17.  Catatan Khusus           : - - -
       
Yogyakarta, 06 November 2011

          Mengetahui
       Kepala Sekolah                                                    Guru Pembimbing      
   SMA Negeri 1 Bayat          
                                               
      Sutanto, S.Pd                                                              Toni, S.Pd









I.            Bimbingan dan Konseling Pribadi tentang Masa Pubertas
Dikripsi materi:

MASA PUBERTAS

A.    Definisi dari Pubertas
Pubertas adalah periode dalam rentang perkembangan ketika anak – anak berubah dari makhluk aseksual menjadi makhluk seksual. Seperti diterangkan oleh Root, “Masa puber adalah suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat – alat seksual dan tercapainya kemampuan reproduksi. Tahap ini disertai dengan perubahan – perubahan dalam pertumbuhan somatic dan prespektif psikologis.”
Kata pubertas berasal dari kata Latin yang berarti “Usia Kedewasaan.” Kata ini lebih menunjuk pada perubahan fisik daripada perubahan perilaku yang terjadi pada saat individu secara seksual menjadi matang dan mampu memberikan keturunan.

B.     Ciri – Ciri Masa Pubertas
Masa puber adalah periode yang unik khusus yang ditandai oleh perubahan – perubahan perkembangan tertentu yang tidak terjadi dalam tahap – tahap lain dalam rentang kehidupan. Yang terpenting diantaranya dibahas berikut ini:
1.      Masa puber adalah periode tumpang tindih
Masa puber harus dianggap sebagai periode tumpang tindih karena mencakup tahun – tahun akhir masa kanak – kanak dan tahun – tahu awal masa remaja.
2.      Masa puber adalah periode yang singkat
Dibandingkan dengan banyaknya perubahan yang terjadi di dalam maupun di luar tubuhm masa puber relative merupakan periode yang singkat, sekitar dua sampai empat tahun. Anak yang mengalami masa puber selama dua tahun atau kurang dianggap sebagai anak yang “cepat matang,” sedangkan yang memerlukan tiga sampai empat tahun untuk menyelesaikan peralihan menjadi dewasa dianggap sebagai anak yang “lambat matang.” Sebagai kelompok, anak perempuan cenderung lebih cepat matang daripada kelompok anak laki – laki, tetapi terdapat perbedaan yang mencolok dalam setiap kelompok.
3.      Masa puber dibagi dalam tiga tahap
a.       Tahap prapuber
Tahap ini bertumpang tindih dengan satu atau dua tahu terakhir masa kanak – kanak pada saat anak dianggap sebagai “prapuber,” yaitu bukan lagi seorang anak tetapi belum juga seorang remaja. Dalam tahapan ini, ciri – ciri seks sekunder mulai tampak tetapi organ – organ reproduksi belum sepenuhnya berkembang.
b.      Tahap puber
Tahap ini terjadi pada garis pembagian antara masa kanak – kanak dan masa remaja, saat dimana kriteria kematangan seksual muncul haid pada anak perempuan dan pengalaman akan mimpi basah yang pertama kali di malam hari pada anak laki – laki. Selama tahap remaja, ciri – ciri seks sekunder terus berkembang dan sel – sel diproduksi dalam organ – organ seks.
c.       Tahap pascapuber
Tahap ini bertumpang tindih dengan tahun pertama atau kedua masa remaja. Selama tahap ini, cirri – cirri seks sekunder telah berkembang baik dan organ – organ seks mulai berfungsi secara matang.
4.      Masa puber merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat
Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa puber pada umumnya disebut sebagai “Remaja Tumbuh Pesat.” Lebih tepat lagi, ini adalah “Pubertas Tumbuh Pesat” karena agak mendahului atau terjadi bersamaan dengan perubahan – perubahan masa puber lainnya. Tumbuh pesat ini berlangsung satu atau dua tahun sebelum anak secara seksual menjadi matang dan berlangsung terus selama enam bulan sampai setahun kemudian. Jadi seluruh periode tumbuh pesat berlangsung hampir selama tiga tahun, sedikit lebih lama dari periode “Bayi tumbuh pesat” yang berlangsung kurang dari satu setengah tahun.
5.      Masa puber merupakan fase negative
Bertahun – tahun yang lalu, Charloote Buhler menamakan masa puber sebagai fase negative. Istilah fase menunjukan periode yang berlangsung singkat; negative berarti bahwa individu mengambil sikap “anti” terhadap kehidupan atau kelihatannya kehilangan sifat – sifat baiknya yang sebelumnya sudah berkembang.
Terdapat bukti bahwa sikap perilaku negative merupakan ciri dari bagian awal masa puber dan yang terburuk dari fase negative ini akan berakhir bila individu secara seksual menjadi matang. Juga terdapat bukti bahwa perilaku khas dari “fase negative” masa puber lebih menonjol pada anak perempuan daripada anak laki – laki.

6.      Pubertas terjadi pada berbagai usia
Variasi pada usia saat terjadinya pubertas dan dalam waktu yang diperlukan untuk proses ini menimnulkan banyak masalah pribadi maupun sosial bagi anak laki – laki dan anak perempuan. Perbedaan dalam saat dimulainya masa puber ini merupakan salah satu periode yang sangat sulit sekalipun periode ini sangat singkat.

C.     Kondisi – Kondisi Yang Menyebabkan Perubahan Pubertas
1.      Peran kelenjar pituitary
Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon: hormone pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon ganadotrofik  yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Sebelum masa puber secara bertahap jumlah hormone gonadotrofik semakin bertambah dan kepekaan gonad terhadap hormone gonadotrofik dan peningkatan kepekaan juga semakin bertambah; dalam keadaan demikianlah perubahan – perubahan pada masa puber mulai terjadi.
2.      Peran gonad
Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ – organ seks yaitu ciri – ciri seks primer-bertambah besar dan funsinya menjadi matang, dan ciri – ciri seks sekunder, seperti rambut kemaluan mulai berkembang.
3.      Interaksi antara kelenjar pituitary dan gonad
Hormon yang dikeluarkan oleh gonad, yang telah dirangsang oleh hormon gonadotrofik yang dikeluarkan oleah kelenjar pituitary, selanjutnya beraksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan secara berangsur – angsur penurunan jumlah hormon pertumbuhan yang dikeluarkan sehingga menghentikan proses pertumbuhan. Interaksi antara hormone gonadotrofik dan gonad berlangsung terus sepanjang kehidupan reproduksi individu, dan lambat laun berkurang menjelang wanita mendekati menopause dan pria mendekati klimakteric.

D.    Pertumbuhan Pesat Pubertas
Pertumbuhan pesat pubertas bagi anak perempuan mulai antara usia 8,5 dan 11,5 tahun, dengan puncak rata – rata pada usia 12,5 tahun. Sejak itu tingkat pertumbuhan menurun dan berangsur – angsur berhenti antara tujuh belas dan delapan belas tahun. Anak laki – laki biasanya mengalami pola pertumbuhan pesat yang sama, kecuali bahwa pertumbuhan mulai lebih lambat dan berlangsung lebih lama. Bagi anak laki – laki, pertumbuhan pesat mulai antara 10,5 dan 14,5 tahun, mencapai puncaknya antara 14,5 dan 15,5 tahun dan kemudian diikuti oleh penurunan secara berangsur – angsur sampai usia 20 tahun atau 21 tahun, pada saat proses pertumbuhan selesai, pertambahan tinggi, berat dan kekuatan terjadi dalam kurun waktu yang kurang lebih sama.
Pertumbuhan dan perkembangan pesat yang terjadi selama masa puber sebagian bergantung pada faktor keturunan, yang mempengaruhi kelenjar – kelenjar endokrin, dan sebagian lagi bergantung pada faktor lingkungan. Yang terpenting dari faktor linkungan adalah gizi. Gizi yang buruk dalam masa kanak – kanak menyebabkan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan. Gizi yang baik mempercepat pertumbuhan produksi hormone tersebut. Gangguan emosional juga dapat mempengaruhi pertumbuhan karena mengakibatkan produksi adrenal steroid yang berlebihan merugikan hormon pertumbuhan.
Kalau pertumbuhan pesat masa puber terganggu oleh penyakit, gizi buruk, atau ketegangan emosional yang berlangsung lama, maka akan terjadi penundaan penyatuan tulang – tulang sehingga anak tidak dapat mencapai tinggi tubuh yang sempurna. Namun, bila gangguan ini cepat diketahui dan diadakan perbaikan, pertumbuhan dapat dipercepat sampai tiga atau empat kali dan kecepatan ini terus berlangsung sampai anak mencapai batas potensial bawaannya.

E.     Ciri – Ciri Seks Primer dan Sekunder Pada Laki – Laki dan Perempuan
1.      Ciri – ciri seks primer
Pada pria gonad atau teste, yang terletak didalam scrotum atau sac, diluar tubuh, pada usia empat belas tahun baru sekitar 10% dari ukuran matang. Kemudia terjadi pertumbuhan pesat selama satu atau dua tahun, setelah itu pertumbuhan menurun, teste sudah berkembang penuh pada usia dua puluh atau dua puluh tahun.
Segera setelah pertumbuhan pesat teste terjadi, maka pertumbuhan penis meningkat pesat. Yang mula – mula meningkat adalah panjangnya, kemudian disertai secara berangsur – angsur dengan besarnya.
Kalau fungsi organ – organ reproduksi pria sudah matang, maka biasanya mulai terjadi mimpi basah, biasanya kalau anak laki – laki bermimpi tentang seksual yang menggairahkan, kalau kandung kemihnya penuh ataumengalami sembelit, kalau ia memakai piyama yang ketat atau kalau ia terselimuti dengan hangat. Banyak anak laki – laki yang tidak menyadari apa yang terjadi sampai ia melihat bercak – bercak pada alas tempat tidurnya.
Sedangkan petunjuk pertama pada anak perempuan adalah mekanisme reproduksi pada anak perempuan menjadi matang adalah datingnya haid. Ini adalah permulaan dari serangkaian pengeluaran darah, lender dan jaringan sel yang hancur dari uterus secara berkala, yang akan terjadi kira – kira setiap dua puluh delapan hari sampai mencapai menopause, pada akhir eampat puluhan atau awal lima puluhan tahun.
Periode haid pada umumnya terjadi pada jangka waktu yang sangat tidak teratur dan lamanya berbeda – beda pada tahun – tahun pertama. Periode ini dikenal sebagai “Tahap Kemandulan Remaja”. Dalam tahapan ini tidak terjadi evolusi atau pematangan dan pelepasan telur yang matang dari folikel dalam indung telur. Oleh karena itu, anak perempuan disebut mandul (sementara). Bahkan setelah mengalami beberapa haid, masih diragukan apakah mekanisme seks sudah cukup matang atau pembuahan.

2.      Ciri – ciri seks sekunder
a.       Laki – laki:
-          Tumbuhnya rambut disekitar daerah kemaluan
-          Kulit menjadi kasar, tidak jernih, warnanya pucat dan pori – porinya meluas
-          Kelenjar lemak dalam kulit semakin membesar dan menjadi lebih aktif, sehingga timbul jerawat
-          Otot – otot bertambah besar dan kuat
-          Suara berubah menjadi lebih besar
-          Tumbuhnya jakun
b.      Perempuan:
-          Pinggul menjadi lebih besar dan bulat
-          Bertambah besarnya ukuran payudara
-          Tumbuhnya rambut disekitar daerah kemaluan
-          Kulit menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pucat, dan lubang pori – pori bertambah besar
-          Otot semakin besar dan kuat namun tidak sebesar dan sekuat laki – laki
-          Suara menjadi lebih merdu

F.      Akibat Perubahan Masa Puber Pada Sikap dan Perilaku Anak
1.      Ingin menyendiri
Kalau perubahan pada masa puber mulai terjadi, anak – anak biasanya menarik diri dari teman – teman dan berbagai kegiatan keluarga, masyarakat dan sekolah.
2.      Bosan
Anak puber bosan dengan permainan yang sebelumnya digemarinya, tugas – tugas sekolah, kegiatan – kegiatan sosial, dan kehidupan pada umumnya.
3.      Inkoordinasi
Pertumbuhan pesat dan tidak seimbang mempengaruhi pola koordinasi gerak, dan anak akan merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu.
4.      Antagonisme sosial
Anak puber sering sekali tidak mau bekerja sama, sering membantah dan menentang.
5.      Emosi yang tinggi
Kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis hasutan yang sangat kecil merupakan ciri – ciri belajar awal puber. Pada masa ini anak akan merasa gelisah, khawatir, dan cepat marah.
6.      Hilangnya kepercayaan diri
Anak puber yang dulunya sangat yakin akan kemampuan dirinya, sekarang menjadi kurang percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan karena kritik yang bertubi – tubidatang dari orang tua dan teman – temannya.


7.      Terlalu sederhana
Perubahan tubuh yang terjadi selama masa puber menyebabkan anak menjadi sangat sederhana dalam segala penampilannya karena takut orang lain akan memperhatikan perubahan  yang dialaminya dan memberikan komentar.

G.    Keprihatinan Umum Akan Kenormalan Selama Masa Puber
1.      Keprihatinan anak laki – laki
a.       Mimpi basah
Kalau anak laki – laki tidak diberitahu akan hal ini, maka pengalamannya yang pertama yaitu basah malam dapat menjadi pengalaman yang traumatis.
b.      Ciri – ciri seks sekunder
Anak laki – laki terutama terganggu oleh lambatnya pertumbuhan rambut wajah, suara yang serak dan suara yang pecah karena adanya perubahan suara, dan perkembangan yang lambat dari otot.
c.       Kurangnya minat terhadap anak perempuan
Kalau anak puber melihat anak laki – laki yang lebih besar  atau yang lebih matang menunjukkan minat kepada anak perempuan dan berkencan, ia ragu apakah ia sendiri normal kalau – kalau ia tidak memiliki minat seperti itu.
2.      Keprihatinan anak perempuan
a.       Hid
Sekalipun sebelumnya sudah mengerti, namun haid seringkali merupakan pengalaman yang traumatis, terutama bila disertai dengan muntah – muntah dan organ – organ tubuh kejang.
b.      Ciri – ciri seks sekunder
Karena payudara pada waktu mulai berkembang berbentuk kerucut, anak perempuan ragu apakah penampilannya akan menjadi normal. Ia juga prihatin apakah pinggul akan menjadi terlampau besar untuk tubuhnya dan apakah wajahnya akan ditumbuhi kumis dan jenggot.
c.       Kurangnya daya tarik seksual
Banyak anak perempuan yang prihatin kalau – kalau ia tidak dapat menarik perhatian dan disenangi anak laki – laki.
3.      Keprihatinan anak laki – laki dan perempuan
a.       Organ  - organ seks
Anak puber sering takut kalau organ – organ seksnya yang membesar akan terlihat melalui pakaian atau keluarnya haid dan mimpi basah akan meninggalkan bekas pada pakaiannya.
b.      Disporsi tubuh
Tangan, kaki, dan hidung yang membesar; lengan dan tungkai kaki yang panjag; bahu yang kecil dan mungkin dagu yang masuk kedalam, yang semuanya merupakan ciri – ciri awal masa puber, membuat anak puber menjadi ragu apakah tubuhnya akan bisa tampak seperti orang normal.
c.       Kecanggungan
Karena setiap anak sampai tingkat tertentu menjadi canggung dan kikuk selama masa puber, ia cenderung prihatin karena menganggap ketrampilan yang telah dimiliki sebelumnya menjadi hilang. Keprihatinan ini semakin meninggi bila kecanggungannya diejek atau dicemooh.
d.      Usia kematangan
Anak yang matang lebih awal akan merasa kurang tepat, sedangkan anak yang matangnya terlambat akan malu karena tubuhnya yang belum berkembang dan prihatin akan kurangnya minat terhadap hal -  hal yang sangat diminati oleh teman – temannya yang lebih matang.
e.       Masturbasi
Ketegangan dan ketidaknyamanan karena berkembangnya organ – organ seks sering menyebabkan anak memeganginya. Sebagian anak diberitahu bahwa masturbasi adalah perbuatan yang salah, dan mereka merasa bersalah dan menjadi malu. Keprihatinan anak semakin meninggi kalau mendengar berbagai cerita bahwa masturbasi mengakibatkan orang menjadi gila.

H.    Bahaya Pada Masa Puber
1.      Bahaya fisik
Bahaya fisik utama pada masa puber disebabkan kesalahan fungsi kelenjar endokrin yang mengendalikan pertumbuhan pesat dan perubahan seksual yang terjadi pada periode ini.
2.      Bahaya psikis
Terdapat banyak bahaya psikologis pada masa puber diantaranya adalah:
a.       Konsep diri yang kurang baik
Konsep diri yang kurang baik ini disebabkan oleh alasan pribadi dan alas an lingkungan.
b.      Prestasi rendah
Dengan cepatnya pertumbuhan fisik maka tenaga menjadi meleamah. Ini mengakibatkan keengganan untuk belajar dan bekerja sehingga pencapaian prestasi sangat rendah.
c.       Kurangnya persiapan untuk menghadapi masa puber
Kurangnya pengetahuan anak tentang perubahan – perubahan yang akan terjadi pada dirinya, ini menyebabkan kurangnya persiapan untuk menghadapi masa puber.
d.      Menerima tubuh yang berubah
Terdapat banyak alasan mengapa anak puber tidak puas dengan keadaan tubuhnya yang berubah dan mengalami kesulitan untuk menerimannya. Dua diantaranya adalah pembentukan konsep diri fisik yang salah dan kepercayaan tradisional tentang penampilan yang pantas untuk jenis seks tertentu.
e.       Menerima peran seks yang didukung secara sosial
Karena peran seks tradisional pria dihubungkan dengan keunggulan dan martabat, sehingga sebagian anak laki – laki ingin sekali memerankannya. Tetapi lain halnya dengan anak perempuan. Anak perempuan mengalami pengolongan peran seks yang tidak terlampau ketat, dan peran seks yang diharapkan menurut orang dewasa juga tidak terlampau jelas.
f.       Penyimpangan dalam pematangan seksual
Penyimpangan dalam proses kematangan seksual apapun bentuknya merupakan bahaya psikologis yang potensial.

I.       Ketidakbahagiaan Pada Masa Pubertas
Pertama yang penting dalam kebahagiaan adalah penerimaan, baik penerimaan diri sendiri maupun penerimaan atau dukungan sosial. Agar merasa puas dengan kehidupannya sehingga dapat menganggap diri sendiri bahagia, anak puber tidak hanya menyukai dan menerima dirinya sendiri tetapi juga merasa ia diterima oleh orang lain.
Kedua yang terpenting dalam kebahagiaan adalah kasih sayang dari orang lain. Karena kasih sayang dan dukungan dari orang lain berjalan beriringan, anak puber yang bersikap kritis dan merendahkan orang lain dan yang mempunyai perilaku egosentris dan tidak sosial dalam situasi sosial, tidak lagi menerima kasih sayang seperti sebelumnya. Meskipun anak berusaha untuk memberikan kesan bahwa ia tidak memperdulikannya, atau bahwa kasih sayang dari orang lain tidak berarti banyak bagi dirinya, namun sebenarnya tidak demikian halnya. Anak puber mendambakan kasih sayang, seperti halnya semua anak, dan seringkali ia menginginkan kasih sayang yang lebih banyak dari sebelumnya karena ia merasa tidak bahagia dan tidak puas dengan diri sendiri dan dengan kehidupan pada umumnya.
Ketiga yang terpenting dalam kebahagiaan anak adalah prestasi. Pada usia ini prestasi berada pada tingkat yang rendah sehingga sedikit sekali menimbulkan kebahgiaan pada anak. Dalam membahas bahaya yang mungkin timbul dalam tahun – tahun masa puber telah ditekankan bahwa umumnya prestasi anak rendah. Prestasi yang rendah itu disebabkan adanya keseganan bekerja akibat menurunnya daya tahan fisik dan kekuatan, dan sebagian karena anak perempuan menerima stereotip peran seks prestasi wanita yang berada dibawah prestasi pria.

Sumber: Hurlock B. Elizabeth. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga







II.            Menurut sifatnya termasuk bimbingan dan konseling pencegahan (Preventif)
Kenapa bimbingan tentang masa puber ini termasuk kedalam bimbingan yang bersifat preventif? Sebab materi ini khusus diberikan kepada para remaja dengan tujuan untuk memberikan pengertian kepada anak – anak, khususnya bagi anak praremaja agar mereka mengetahui apa to sebenarnya masa puber itu, ciri – cirinya apa saja, faktor – faktor yang menyebabkan perubahan dalam diri individu itu apa saja, perubahan – perubahan apa saja yang terjadi pada masa puber, dan dampak yang ditimbulkan itu apa saja. Sehingga, besok ketika mereka mengalami masa – masa puber maka mereka tidak kaget lagi. Karena mereka sudah pernah mendapatkan pelajaran tentang masa puber serta mereka mampu mengatasi bagaimana cara yang benar untuk menyikapi masa pubertas tersebut.

III.            Menurut jumlah klien termasuk bimbingan dan konseling kelompok
Bimbingan ini cocok diberikan berdasarkan kelompok. Karena dengan penyampaian secara kelompok maka bagi pembimbing akan memperoleh beberapa keuntungan diantaranya dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Serta penyampaian materi bisa langsung diberikan menyeluruh kepada semua anak dalam suatu kelompok tertentu.

IV.            Menurut tempat dilaksanakannya maka bimbingan ini cocok diberikan di:
Bimbingan ini cocok diberikan di sekolah. Mengapa demikian? Karena di sekolah memiliki tenaga pembimbing yang ahli dalam masalah ini (masalah tentang masa puber), organisasinya lebih terencana, kurikulumnya juga bagus, dan materinya lebih lengkap. Selain itu peserta didik disekolah khususnya anak SMP kebanyakan masih anak praremaja.
Sehingga dari beberapa faktor diatas maka dapat disimpulkan bahwa materi tentang masa puber ini sangat mendukung sekali kalau diberikan disekolahan.

V.            Media yang cocok adalah:
Media yang cocok digunakan dalam penyampaian materi ini adalah dengan menggunakan tatap muka secara langsung (face to face). Dengan media ini maka pembimbing dapat menerangkan secara langsung mengenai materi tentang masa pubertas kepada klien atau anak didik serta mampu memberikan contoh konkritnya. Sehingga kalau ada klien yang belum jelas mengenai materi tentang masa pubertas bisa langsung bertanya kepada pembimbing.
Dan apabila ada klien yang sedang mengalami masalah tentang masa puber maka pembimbing bisa langsung memberikan bantuan kepada klien tersebut.